
Pemuda Bekasi Meninggal di Kamboja, Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang megapolitan.kompas.com
- Seorang pemuda asal Bekasi meninggal dunia di Kamboja. Korban diduga menjadi korban perdagangan orang untuk jadi operator judol.
Pemuda asal Kota Bekasi, Jawa Barat, bernama Soleh Darmawan (24) meninggal dunia di Kamboja. Soleh diduga menjadi korban sindikat perdagangan orang internasional. “Meninggalnya tanggal 3 Maret 2024 pagi,” kata ibu korban, Diana (43), saat ditemui di kediamannya di Jalan Swadaya, Kampung Dua, RT 001/RW 021, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Kamis (27/3/2025). Diana menjelaskan, anaknya bekerja di Kamboja berawal dari tawaran dari sebuah yayasan pencari kerja yang berkantor di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada pertengahan Februari 2025.
Saat itu, Soleh dijanjikan bekerja di bidang perhotelan di Thailand. Kebetulan, Soleh yang lama berkecimpung di dunia perhotelan akhirnya tertarik dengan tawaran tersebut. Akhirnya, Soleh mendatangi kantor yayasan tersebut ditemani seorang perempuan berinisial S pada 17 Februari 2025. Saat bertemu pihak yayasan, Soleh pun bersepakat untuk bekerja di Thailand.
Diana tiba-tiba dihubungi seorang pria bernama Kevin dalam panggilan video atau video call pada 2 Maret 2025 malam. Kala itu, Kevin mengabarkan bahwa putranya tengah berada di Kamboja. Dalam komunikasi ini, Kevin juga menanyakan riwayat kejiwaan Soleh ke Diana. “Ya, saya ngebantah. Emang anak saya enggak ada riwayat kejiwaan, gitu,” jelas Diana. Di tengah percakapan tersebut, Diana terkejut ketika kamera video call menunjukkan Soleh tengah duduk terkulai di atas tempat tidur. Ia pun berulangkali memanggil putranya, tetapi Soleh sama sekali tak meresponsnya. “Dia kan saya panggil, ‘Soleh, ini Mamak’. Dia sudah enggak bisa jawab,” ungkap Diana kembali meneteskan air matanya. Setelah itu, percakapan keduanya pun berakhir. Pada 3 Maret 2025 pagi, Kevin kembali menghubunginya. Ia mengabarkan bahwa putranya telah meninggal dunia.
Report Story
Leave Your Comment